Dasar Pemrograman Berorientasi Objek

294
0
Share:
Dasar Pemrograman Berorientasi Objek

Bandung, Blog BSP – Pemrograman berorientasi objek (PBO) sebagai konsep pemrograman yang telah berkembang selama 50 tahun terakhir ini menjadi konsep yang banyak diadopsi oleh bahasa pemrograman seperti Java, Ruby, Scala, PHP, C++, Swift dan banyak lagi. Dengan banyaknya bahasa pemrograman yang menggunakan konsep ini, sebagai developer harus mengerti konsep dan pengetahuan dasar pemrograman berorientasi objek. Sebelum lanjut pada pembuatan kode dasar pemrograman berorientasi objek merupakan ilmu yang harus dikuasai agar lebih mudah dalam mempelajari bahasa pemrograman apapun yang menggunakan konsep ini.

Pada postingan kali ini akan diperkenalkan tentang apa saja yang perlu diketahui dan istilah – istilah yang harus diketahui tentang PBO. Jika belum pernah menggunakan pemrograman berorientasi objek, maka harus mempelajari dasar pemrograman berorientasi objek ini. Pembahasan pada postingan ini akan fokus pada bagaimana konsep ini berhubungan dengan kehidupan nyata, kemudian akan dicontohkan implementasinya dalam bahasa pemrograman dengan menggunakan Java sebagai bahasa pemrograman.

Dasar Pemrograman Berorientasi Objek

Objek

Objek merupakan kunci untuk memahami pemrograman berorientasi objek. Perhatikan daerah sekitar kita dan kita akan menemukan banyak contoh objek pada kehidupan nyata seperti laptop, meja, TV, pulpen, buku, gelas, kucing dan ikan.

Objek pada kehidupan nyata terbagi atas dua karakteristik yaiut identitas dan tingkah laku. Laptop memiliki identitas(merk, warna dan spesifikasi) dan tingkah laku(pemasangan atau instalasi sistem operasi, mengganti wallpaper dan sebagainya).  Kucing juga memiliki identitas(nama, warna bulu dan lapar) dan tingkah laku(mengeong, mengibaskan ekor, mencakar). Mengidentifikasi identitas dan tingkah laku objek kehidupan nyata merupakan langkah yang baik untuk mulai berpikir dengan pola atau konsep PBO.

Sebelum melanjutkan membaca dan membahas dasar pemrograman berorientasi objek, luangkan waktu beberapa menit untuk melakukan observasi tentang objek pada kehidupan nyata yang ada pada sekitar kita. Untuk setiap objek yang kita lihat, tanya pada diri sendiri: “Identitas apa yang dimiliki oleh objek tersebut?” dan “Tingkah laku apa yang dapat dilakukan oleh objek tersebut?”. Pastikan observasi tersebut dicatat atau dibuatkan mind mapping. Seperti yang telah kita lakukan, kita akan menyadari bahwa betapa komleksnya objek yang ada di sekitar kita. Misalnya lampu yang memiliki dua identitas(hidup dan mati) dan dua tingkah laku(dihidupkan dan dimatikan) tetapi TV kita mungkin memiliki banyak identitas(hidup, mati, kelantangan suara, siaran) dan tingkah laku(dihidupkan, dimatikan, menambah dan mengurangi kelantangan suara, mencari siaran, mengganti siaran). Observasi yang kita lakukan merupakan proses penerjemahan dari objek nyata ke objek pada objek pemrograman berorientasi objek

Kelas (class)

Dalam dunia nyata, kita akan sering menemukan banyak objek yang sejenis. Mungkin ada ribuan TV yang memiliki kesamaan. Setiap TV dibuat dari bentuk yang sama dan mungkin dari komponen yang sama. Dalam pemrograman berorientasi objek, TV kita merupakan instance dari objek suatu kelas yang disebut TV. Kelas (class) adalah definisi dari objek yang sejenis. Dengan kata lain, class adalah sebuah blueprint, template atau prototipe yang mendefinisikan dan menggambarkan atribut statis dan perilaku dinamis yang ada pada suatu objek dan bersifat umum atau dimiliki semua objek yang sejenis. Suatu kelas berisi informasi tentang karakteristik dan tingkah laku yang dimiliki oleh objek. Oleh karena itu sebelum membuat objek kita harus membuat kelasnya terlebih dahulu.

Fokus dalam pemrograman berorientasi objek adalah bagaimana menciptakan dan mendefinisikan kelas yang akan menjadi tempat untuk membuat objek – objek.

Pada bahasa pemrograman Java, class merupakan tiga bagian  yang membungkus data dan operasi. Suatu class dapat divisualisasikan menjadi tiga bagian yaitu nama, variabel dan metode. Nama merupakan identifikasi dari suatu kelas, variabel berisi atribut statis dari suatu kelas dan metode berupakan tingkah laku dinamis dari suatu kelas.

Berikut merupakan contoh implementasi penjelasan di atas ke dalam bahasa pemrograman Java.

Instans (Instance)

Objek juga disebut instans dari suatu kelas. Maksudnya, objek merupakan perwujudan dalam bentuk benda. Dan instansiasi adalah merupakan proses perwujudan kelas menjadi obek. Untuk menginstansiasi suatu kelas, kita harus:

  1. Deklrasi nama instans dari suatu kelas
  2. Membangun instans menggunakan operator “new” (mengalokasikan penyimpanan dan menginisialisasi instans)

Untuk implementasi pada bahasa pemrograman Java tentang instansiasi perhatikan contoh berikut

Ketika instansiasi dideklarasikan tanpa pembangunan instans maka deklarasi tersebut bernilai null

Operator Dot (.)

Variabel dan metode yang dimiliki oleh suatu kelas disebut member variables dan member methods. Untuk mereferensikan kedua hal tersebut kita harus:

  1. Pertama menginstansiasi kemudian
  2. Menggunakan operator dot (.) untuk mereferensikan member variables dan methods.

Sebagai contoh, misalnya kita memiliki kelas yang disebut Perkalian, dengan dua member variables (bilangan1 dan bilangan2) dan dua member variables (getHasil() dan getAkhir()). Kita telah membuat 3 instans kelas Perkalian yang disebut p1, p2 dan p3. Untuk meminta metode getHasil(), kita harus membuat objeknya misalnya p2 dan memanggil metode tersebut dengan operator dot(.), yaitu p2.getHasil().

For example, suppose that we have a class called Circle, with two member variables (radius and color) and two member methods (getRadius() and getArea()). We have created three instances of the class Circle, namely, c1, c2 and c3. To invoke the method getArea(), you must first identity the instance of interest, says c2, then use the dot operator, in the form of c2.getArea().

Data atau Variabel atau Property atau Atribut

Data adalah sifat karakteristik atau kondisi yang dimiliki oleh suatu objek.  Keempat istilah tersebut memiliki pengertian yang sama dan dapat digunakan atau dianalogikan secara bergantian untuk lebih memperjelas suatu konsep. Dalam PBO istilah data cenderung diartikan sebagai variabel yang membentuk sifat karakteristik dari suatu kelas.

Referensi

Dokumentasi Oracle

NTU Coursware

(IJP)

Share:

Leave a reply